Powered By Blogger

Remember..!!!

"All Of The First Draft Are Shits - Semua Tulisan Pertama Pasti Kacau"

9/23/2012

KINESIK Peduli Banjir Bandang Parimo


    Banjir bandang yang terjadi di beberapa desa di wilayah Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo, Sabtu (25/8) membuat sebagian besar masyarakat berlomba-lomba untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban bencana. Tak terkecuali Komunitas Intelektual Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KINESIK) FISIP UNTAD yang menggelar aksi penggalangan dana dari tanggal 26-30 Agustus kemarin di perempatan jalan veteran, Sigma, ir juanda dan Prof Yamin.
     Kegiatan yang dilakukan selama 5 hari ini, tidak hanya dikuti oleh mahasiswa lama, tetapi juga mahasiswa yang baru masuk yaitu angktan 2012. Selain untuk penggalangan dana, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar mahasiswa ilmu komunikasi.
Hasil yang diperoleh selama 5 hari melakukan aksi penggalangan danapun cukup banyak, yaitu Rp.10 juta. yang kemudian digunakan untuk membeli sembako serta barang-barang lain yang saat ini masih dibutuhkan oleh masyarakat korban bencana. Selain itu, mahasiswa juga mengumpulkan pakaian bekas layak pakai untuk disumbangankan.
      Bantuan  kemudian disalurkan langsung oleh mahasiswa ilmu komunikasi ke lokasi bencana tepatnya di Desa yang terparah, yaitu desa Boyantongo. Setelah melakukan silaturahmi dengan kepala desa, bantuan pun kemudian dibagikan ke delapan RT.
    Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UNTAD terhadap masyakat yang terkena musibah dan diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang. Dan untuk para donatur yang telah menyisihkan sebagian  hartanya diucapkan banyak terima kasih. (Imee08)

7/30/2012

AKU?


“Om, Beli Om”. Aku terbangun dari tidurku, kulihat seorang anak setengah bertriak sambil mengetuk-ngetuk pintu beberapa kali. “beli apa nak?” terdengar suara lekaki paru baya dari dalam ruangan. “beli air om, yang gelas satu” balas anak itu kembali. “500 rupiah” jawab lelaki yang panggil om singkat.

**
Aku telah duduk diam disini selama dua hari, semenjak anak muda itu meninggalkan ku disini, sejak saat itu pula lelaki paru baya menempatkanku disini berjejer dan tersusun rapi bersama teman-temanku. Satu persatu teman-temanku diambil dan dijual oleh lelaki paru baya yang sering dipanggil om itu.

Sebelum Aku sampai disini, Aku melalui proses perjalanan yang cukup melelahkan. Aku masih ingat ketika pertama kali Aku sadar, saat itu Aku berada dalam ruang yang dipenuhi dengan peralatan-peralatan canggih, yang orang-orang sebut mesin. Aku dibawa sana sini, dibersihkan kemudian diisi dengan cairan dan dimasukkan dalam kotak besar yang sangat gelap dan ditutup rapat dari luar.

Aku tak tahu mau dibawa kemana, yang jelas setelah keluar dari ruangngan itu. Aku mendengar suara bising mobil, suara orang berteriak-teriak, suara gemuruh dan trompet kapal yang sangat ribut. Setelah beberapa hari perjalanan, kembali Aku dibangunkan oleh suara terompet kapal, suara orang berteriak-teriak, suara bising mobil, dibawa dan di tempatkan dalam ruang yang sepi. Aku tau, karna selama 24 jam setelah keberadaanku disini, tidak ada lagi suara bising dan ribut.

Esok harinya, kembali kotak yang aku tempati diangkut menggunakan mobil. Selang beberapa lama, sampailah disuatu tempat Aku bersama teman-temanku diturunkan dan diletakkan disebuah ruang yang begitu ramai. Ku dengar kotakku dibuka dan diperiksa, kutatap anak muda berseragam biru putih yang telah mengantarku, namun dia hanya terlihat mengambil nota dan berlalu pergi bersama mobilnya yang berbentuk kotak.

Semenjak hari itu, Aku bersama teman-temanku dijejer, disusun rapi dan di pajang di ruang-ruang berkaca. Tak jarang teman-temanku di masukkan kedalam ruangan yang sangat dingin hingga membuat tubuhnya membeku.

Lamunanku pun buyar, ketika tubuhku terasa diangkat. Ternyata benar, laki-laki paruh baya yang dipanggil om itu mengangkatku dan memberikannya kepada anak tadi. Anak itupun balas memberikan uang koin 500 rupiah sambil tersenyum puas melihatku. “makasih om” ucap anak itu singkat sambil berlari pulang.

Dalam perjalan pulang, anak itu menusukku, menghisap air yang ada dalam tubuhku sampai habis dan mencampakkanku ditengah jalan. Dia membiarkan tubuhku tergeletak ditengah terik panas matahari. Tak jarang pengendara yang lalu lalang iseng-iseng intuk menginjakku dengan harapan bisa mengeluarkan suara ledakan.

Beberapa jam tergeletak, tubuhku mulai melepuh, kulihat seorang perempuan muda berpakaian lusuh dan robek sambil menggendong anak menghampiriku. Perempuan muda itu membawa karung ditangan kiri dan besi pengail ditangan kanan. Tanpa basa-basi dengan suara terengah-engah, langsung mengailku menggunakan besi dan memasukkanku kedalam karung.

Ternyata Aku tidak sendirian, dalam karung itu Aku melihat teman-temanku yang nasibnya tidak jauh berbeda denganku. “cobalah biasakan” terdengar suara dari teman yang berlabel merek terkenal. “saya telah berkali-kali merasakan, setelah ini, kita akan ditimbang dan dijual kembali. Diangkut menggunakan mobil, menaiki kapal, kemudian mobil dan dimasukkan kedalam ruang yang penuh dengan mesin, dibesihkan, disterilkan kemudian disi dengan air mineral, dimasukkan kedalam dos-dos, dipaketkan dan kembali dikirim keberbagai pulau. Itu akan terus berulang sampai kita benar-benar hancur, dibakar atau ditanam oleh manusia”. Jelasnya.

“Manusia memang tak pandai bersyukur, seharusnya mereka tahu bahwa kita telah memudahkan mereka meminum air dengah gelas plastik seperti kita, mereka bisa membawa kita kemana-mana dengan mudah, tetapi setelah airnya habis, mereka malah membuang kita disembarang tempat, hingga berserakahan dijalan, disaluran-saluran pembuangan, Bahkan tak jarang kami salah satu penyebab meluapnya air dijalan-jalan”. sambungnya lagi.
***
Makanya, dari sekarang ayo jaga kebersihan lingkungan kita, buanglah sampah pada tempatnya dan bantu wujudkan program pemerintah yaitu Green and Clean.

RAKERWIL IMIKI Wilayah V di Gorontalo


Rapat Kerja Wilayah V Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (Rakerwil V IMIKI) 2012 sukses dilaksanakan di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 25-26 juni 2012 dan mengangkat tema “Penguatan Peran Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam Era Globalisasi Informasi” ini dihadiri oleh beberapa universitas dari Wilayah V (sulampapua) Sulawesi, Maluku, Papua.

Kegiatan rakerwil dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor II UNG di Aula serba guna UNG. Dalam sambutannya, PRII UNG sangat mengapresiasi himpunan mahasiswa ilmu komunikasi (HIMAKOM) UNG atas terselenggaranya kegiatan tersebut, mengingat mahasiswa ilmu komunikasi di UNG saat ini masih dua angkatan.

Setelah pembukaan di aula serba guna UNG, Rapat Kerja Wilayah V IMIKI 2012 kemudian di lanjutkan di area wisata Pantai Botutonuo. Pengurus Wilayah V Periode 2012-2013 kemudian memaparkan program kerja yang akan dilaksanaka selama 1,5 tahun masa periodenya serta menindaklanjuti rekomendasi hasil Musyawarah Wilayah V yang di adakan Di Universitas Haluoleo Kendari.

Adapun Pengurus Perguruan Tinggi (PPT) IMIKI yang turut hadir di Rakerwil V tersebut yakni dari Universitas Tadulako (UNTAD) Palu, Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Fajar (UNIFA) Makassar, Universitas Samratulangi (UNSRAT) Manado, Universitas Al-Asy’ariah Mandar (UNASMAN) Polman dan Universitas Haluoleo (UNHALU) Kendari. (imee08)

6/11/2012

Musyawarah Besar KINESIK Ke-IX 2012

Komunitas Intelektual Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KINESIK) kembali mengadakan Musyawarah Besar (mubes) KINESIK yang ke- IX. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini dilaksanakan di Gedung BLK Sul-Teng dari Tanggal 09-10 Juni 2012 dan mengangkat tema “Mubes sebagai wadah pengembangan karakter dan kretifitas untuk menumbuhkan minat berorganisasi serta mempererat keakraban antar mahasiswa ilmu komunikasi”. Mubes Kinesik ini merupakan program tetap yang di laksanakan setiap satu tahunnya untuk mengganti kepengurusan Kinesik dari pengurus periode 2010-1012 ke pengurusan baru periode 2012-2013.

Kegiatan yang selalu diadakan dua hari penuh ini memiliki agenda dari hari pertama untuk membahas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus lama dan dilanjutkan dengan membahas Anggran Dasar Anggaran Rumah Tangga ( AD/ART) dan hari kedua, lanjutan pembahasan AD/ART kemudian pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Kinesik yang baru.

Sebelum pemilihan ketua dan wakil ketua KINESIK, terlebih dahulu para kandidat di seleksi uji kelayakan melalui pemeriksaan kelengkapan berkas dan fit and proper test oleh pembina dan mantan pengurus Kinesik. Kemudian para kandidat memaparkan visi dan misi mereka masing-masing serta tanya jawab antar kandidat dan peserta mubes. setelah itu, barulah diadakan pemilihan ketua dan wakil ketua KINESIK periode 2012-2013.

Dalam pemilihan tersebut, terpililah Dewi berpasangan dengan Tita sebagai ketua Umum dengan perolehan suara 60 setelah berhasil mengalahkan calon kandidat lainnya yaitu Mila & amanah Mailiza yang hanya memperoleh 46 suara. Dari 111 pemilih terdapat 5 suara yang tidak sah.

Kegiatan Mubes KINESIK merupakan kegiatan yang wajib di hadiri oleh seluruh mahasiswa serta alumni Ilmu Komunikasi yang terdaftar di Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tadulako. Selain sesuai dengan AD/ART KINESIK, kegiatan seperti ini juga bisa menumbuhkan rasa persaudaraan serta menjalin silaturahmi bagi teman-teman mahasiswa dari berbagai angkatan.

Setelah terpilihnya ketua umum serta terbentuknya nanti kepengurusan baru KINESIK, diharapkan lebih memberikan warna yang berbeda di tubuh KINESIK itu sendiri, serta mampu menjalankan program-program yang telah di rekomendasikan dan membawa KINESIK menjadi lebih baik lagi. JAYA KINESIK!!. (imee08)

6/04/2012

Commpres IMIKI Semarang 2012

Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) kembali mengadakan kegiatan Nasional yaitu Communication Present (commpres) IMIKI 2012 dengan tema "Gelar Budaya dan Komunikasi" dari tanggal 4-6 Mei 2012 di Universitas Semarang (USM)Kota Semarang, Jawa Tengah. dalam kegiatan ini juga diadakan lomba Fotografi, Lomba film serta Call Paper dan dihadiri oleh beberapa universitas dari masing - masing Wilayah.

11/29/2011

Hikmah Robohnya Jembatan Mahakam II


Robohnya Jembatan Mahakan II Di Kabupaten Kutai Kertanegara , Kalimantan Timur pada sabtu 26 November menambah deretan panjang peristiwa memilukan bangsa ini. Jembatan gantung terpanjang Di Indonesia yang sering disebut “ Golden Gate Indonesia “ dan diredmikan tahun 2011 tersebut roboh dan memakan banyak korban. Sampai saat ini, baik itu kotban luka-luka, hilang tercebur dalam air dan yang meninggal dunia sudah mencapai puluhan jiwa, belum lagi kerugoan material yang dialami oleh korban.

Beragam spekulasipun berkembang di masyarakat seputar robohnya jembatan Mahakan II ini. Mulai dari yang menyalahkan kapal pontoon yang sering menabrak jembatan, kurangnya perhatian pemerintah untk merawat dan merenovasi, sampai mempertanyakan anggaran dari para kontraktor untuk pembuatan jembatan yang masih berumur 10 tahun tersebut.

Dikantor tempat magang penulis saat ini, antara karyawanpun tak ketinggalan untuk berkomentar seputar jembatan roboh tersebut. Bahkan membanding-bandingkan kualitas pembangunan fasilitas umum di era Soeharto (Orde Baru) dengan era reformasi sekarang ini. Tetapi yang mengagetkan ketika salah satu karyawan mengatakan “ kalau ingin bangunan fasilitas-fasilitas umum (jalan, jembatan, dll) kokoh maka kita harus dijajah kembali oleh Belanda”. Nah loh? Katanya lagi pada zaman penjajahan, pembangunan infrastruktur dibuat sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan, berbeda dengan sekarang yang justru berlomba-lomba meminimalisir anggaran demi untuk keuntungan pribadi/kelompok.

“Indonesiapun akan ambruk kalau para koruptor tidak dibasmi secepatnya.” coment disalah satu situs yang memuat foto ambruknya jembatan Mahakam II.
Mungkinkah ini akibat ulah koruptor yang menebas anggaran sedemikian rupah untuk kepentingan pribadi? Atau karena konstruksi jembatan yang memiliki bentang bebas/area tergantung tanpa penyanggah sepanjang 270 meter?
Memang harus ada yang bertanggu jawab atas peristiwa ini, tapi kita tidak boleh saling menyalahkan, karena pasto ada hikmah dibalik setiap musibah. Paling tidak memberikan pelajaran khususnya bagi pemerintah yang menangani pembangunan infrastruktur untuk lebih mengawasi dan memperhatikan ketika pembangun sedang berlangsung, dan memelihara setelahnya.

Bagaimana dengan jembatan Palu IV yang menghubungkan Kecamatan Palu Barat dan Timur yang masih berusai kurang lebih 5 tahun tersebut? Yah, kita berharap, semoga jembatan-jembatan lain yang ada Di Indonesia khususnya jembatan Palu IV yang notabene adalah jembatan kebanggaan masyarakat Kota Palu tidak mengikuti jejak jembatan Mahakam II. Karena jembatan Palu IV yang diresmikan oleh bapak SBY pada bulan Mei 2006 merupakan jembatan lengkung pertama Di Indonesia dan Ketiga di dunia setelah jembatan Di Jepang dan Prancis.

Penulis : Imran Rosadi, Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi di FISIP Universitas Tadulako, Palu.

9/29/2011

Ada - Ada Aja Dengan Ku


Nama adalah sebuah identitas yang sangat penting bagi sesuatu apapun, baik itu benda, tumbuhan, hewan manusia dan lain sebagainya. Namun bagiku nama adalah ketika aku berpindah, dapat teman baru dan dalam keadaan tertentu. Coba Anda Simak Kisahku Berikut :

Aku terlahir dengan nama Imran Rosadi di Kab.Wajo - Sulawesi selatan. Namun sejak kecil aku malah dipanggil dengan nama Panju. Entah siapa yang memulai dan bahkan Setelah orangtua ku pindah ke Tanamoni Kab. Mamuju Utara - Sulawesi Barat nama itu tetap melekat pada diriku, PANJU.

Setelah beberapa tahun tinggal disana, nama panggilanku pun makin beragam. Istilahnya "Banyak teman banyak nama". Selain Imerang (nama panggilanku dari keluargaku dengan dialek bugis kental) Ada juga yang memanggil dengan nama Phyto, Tarzan,Cever yang asal usulnyapun tidak begitu jelas.

Apalagi setelah aku gabung menjadi anak fans radio yang saat itu lagi rame-ramenya. Nama-nama panggilanku pun semakin banyak. Walaupun hanya nama di udara saja. Namun tetap saja sampai sekarang masih banyak panggil dengan nama itu, sebut saja Eiger to TM, Jendral Cever, Ajinomoto (Aji=Haji, No=tidak, Moto=Bangun), Arwan anak Jakarta. Belum lagi teman SMP yang dari jawa biasa memanggil aku dengan kata Mran saja.

Setelah pindah Ke Pasangkayu, Ibu Kota Kabupaten Mamuju Utara. Nama pnaggilanku pun kian bertambah lagi menjadi DJ.Van_Ju Elton John atau disingkat DJ.Van_Ju E.J bahkan ada yang memanggil pancu, Panjul atau panji. dan setelah aku periksa akte kelahiranku baik-baik, ternyata nama yang tertera disitu adalah Muhammad Imran Rosadi. *Geleng-geleng Kepala. Bahkan sempat ingin ganti nama menjadi Imraan Affandy, tapi untunglah tidak jadi, hehhe..

Tamat SMA di Pasangkayu, aku kemudian melanjutkan Pendidikan bangku kuliah di Universitas Tadulako, Palu - Sulawesi Tengah. Dan lagi-lagi, koleksi namaku pun semakin beratambah, selain panggilan Imran, aku sering juga di panggil Imrang, ini berawal dari seringnya aku apabila berbicara selalu saja kelebihan huruf G, maklumlah Orang Bugis dari Selatang (tuh kan Okkots lagii). Ada juga yang panggil Pisanggorengpedas yang mengambil nama akhir di Facebookku yaitu Imran Pisanggorengpedas sebelum akhirnya berganti nama menjadi Imranrosadi Mappadecenk. Dan terakhir nama yang menjadi sapaan akrab dari teman-teman seangkatanku anak-anak Ilmu Komunikasi 2008 yaitu Imee (Imranrosadi Mappadecenk).

Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan nama-nama panggilanku akan bertambah dikemudian hari. Hmm, Namun Itulah sekelumit kisahku tentang banyaknya nama panggilanku sejak aku lahir sampai saat sekarang. Hmmm, "Apapun panggilannya, aku tetaplah IMRAN ROSADI".

Daftar Namaku (1989-Sekarang)
• Imran Rosadi (ini nama asliku)
• Panju (wallahuwa'lam)
• Imerang (orangbugis)
• Jendral Cever (nama udara)
• Eiger To TM (TM=Tanamoni)
• Aji Nomoto (nama udara)
• Arwan Anak Jakarta (nama udara)
• Tarzan (garagara suka Manjat)
• Phyto (hanya Tuhan yang tahu)
• Mran (panggilan orang Jawa)
• Muhammad Imran Rosadi (akte lahir)
• DJ.Van_Ju E.J (suka lagu2 DJ)
• Imran Affandy (sempat ingin ganti nama)
• Panjul (Plesetan dari Panju)
• Pancu (plesetan dari Panju)
• Panji (plesetan dari Panju)
• Cever (karna dulu aku pendek)
• Imrang (sering okkotz)
• Pisanggorengpedas (Nama di FB)
• Imran Mappadecenk (Nama di FB)
• Imee (Imranrosadi Mappadecenk-trent dikampus)

7/24/2011

Hari Tanpa TV 2011




Puluhan Mahasiswa dari Komunitas Intelektual Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KINESIK) FISIP Universitas Tadulako dan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMAKOS) STISIPOL Panca Bhakti Palu, Sulawesi Tengah, hari ini (24/7) kembali turun kejalan untuk memperingati hari tanpa televisi. Aksi ini start di Taman GOR Palu kemudian longmarch ke Patung Kuda Talise.

Dalam Orasinya, mahasiswa menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kota Palu untuk lebih mengawasi anaknya ketika menonton Televisi. mengingat saat ini, tayangan-tayangan yang ada di televisi kini dianggap telah menjadi ajang pembodohan bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak. dengan banyaknya kasus-kasus yang menimpa anak-anak gara-gara menonton TV.

Selain orasi, mahasiswa ilmu komunikasi ini juga membagikan selebaran yang berisi tentang bahaya dan dampak menonton TV serta melakukan aksi teaterikal dengan mengecat bagian muka sebagai tanda tv monster kotak kaca dan spanduk yang bertuliskan "TOLAK!! Tayangan TV yang tidak berkualitas.

Dalam aki ini, turut hadir ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan berjajnji akan mendengar aspirasi mahasiswa untuk lebih menyeleksi tayangan-tayangan TV khususnya di Kota Palu.

Palu, 24 Juli 2011
Imran Rosadi

6/28/2011

Koleksi Korek Api / Safety Matches Ku


Jika mendengar kata korek api, salah satu benda yang terlintas di kepala adalah rokok. Korek api memang identik dengan rokok. Untuk menyalakan rokok, dibutuhkan api yang biasanya berasal dari korek.

Korek api adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali. Korek api dijual bebas di toko-toko dalam bentuk paket sekotak korek api. Sebatang korek api terdiri dari batang kayu yang salah satu ujungnya ditutupi dengan suatu bahan yang umumnya fosfor yang akan menghasilkan nyala api karena gesekan ketika digesekkan terhadap satu permukaan khusus. Walaupun ada tipe korek api yang dapat dinyalakan pada sembarang permukaan kasar.

Korek api yang dinyalakan dengan digesek pertama kali ditemukan oleh kimiawan Inggris John Walker tahun 1827. Penemuan tersebut diawali oleh Robert Boyle tahun 1680-an dengan campuran fosfor dan belerang, tetapi usahanya pada waktu itu belum mencapai hasil yang memuaskan. Walker menemukan campuran antimon (III) sulfida, potasium klorat, natural gum, dan pati dapat dinyalakan dengan menggesekkannya pada permukaan kasar. sebelum korek ditemukan, bangsa cina telah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu mengandung belerang pada tahun 577.

Dan saat ini, Saya telah mengoleksi beberapa korek api yang bersal dari daerah-daerah yang pernah saya kunjungi, seperti Jawa, Kalimantan maupun daerah-daerah di Sulawesi, dan pemberian dari teman-teman.

Dan semoga dengan keinginanku untuk mengoleksi Korek api bisa membawaku untuk keliling indonesia bahkan keliling dunia.

6/22/2011

Musyawarah Besar Komunitas Intelektual Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KINESIK) Ke-VIII


Komunitas Intektual Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KINESIK) FISIP-UNTAD kembali melaksanakan kegiatan Musyawarah Besar Ke-VIII. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 18-19 Juni Kemarin ini bertempat Di Gedung KNPI Sul-Teng. Adapun Panitia Pelaksana dipercayakan kepada anak-anak komunikasi angkatan 2010.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh angkatan termasuk alumni ini bertemakan "Melalui MUBES Kita Tingkatkan Kesadaran Iptek Menuju Perkembangan Ke-Ilmuan Komunikasi". Kegiatan Tahunan ini bertujuan untuk memilih kepengurusan baru yaitu dari pengurusan periode 2010-2011 (Pengurus Angkatan 2008) ke Periode 2011-2011 (oleh angkatan 2009). Selain itu juga, kegiatan ini bisa dijadikan ajang silaturahmi antar mahasiswa ilmu komunikasi FISIP UNTAD.

Pada MUBES KINESIK Ke-VIII ini, pasangan Deni Kurniawan - Henatisya terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua dalam kepengurusan periode 2011-2012 setelah mengalahkan Pasangan Ikhwanul Arif Hanifa - Dwi Verawati A.L dengan perolehan suara 53-24.

Setelah terpilihnya Kepengurusan baru KINESIK ini, harapan kami, Semoga kinesik semakin jaya dan semakin kreatif serta mampu menjadi naungan dan pemersatu mahasiswa ilmu komunikasi di UNTAD.

6/06/2011

Satu Minggu Pasca MUNAS IMIKI 2011


Tak terasa, satu minggu sudah berlalu kebersamaan kita di MUNAS IMIKI 2011 di Banten, satu minggu memang bukanlah waktu yang lama, namun kenangan-kenangan di saat-saat kebersamaan kita Di Munas masih membekas sampai saat ini, walaupun kita teman-teman peserta munas sudah kembali ke daerah masing-masing. Namun saat-saat itu masih selalu teringat atau terbayang ketika kita melakukan sesuatu.

Masih ingat nggak? ketika pagi-pagi, panitia sudah harus ke door to door untuk membangunkan peserta munas, di iringngi dengan sapaan khasnya yang tentunya para peserta sudah pada tahu "bang, bangun bang, udah pagii nih, ayo bangun bang, sarapan, entar sakit loh" yang sampai-sampai, sudah pada di rumah nih di daerah masing-masing, masih nge-SMS panitia suruh bangunin. Hmmm, hihi..

Masih ingat nggak? ketika panitia harus kembali ke kamar peserta munas untuk memberitahukan kalau sarapan pagi sudah siap dan batas jam makan cuma sampai jam 07.30 karena harus ke audit, bahkan tidak jarang panitia harus menggiring peserta ke ruang prasmanan untuk makan (makan aja susah amat yah).

Masih ingat nggak? ketika sementara makan panitia sudah mengumunkan bahwa sidang akan dimulai jam 09 di ruang audit. Tapi lagi-lagi panitia harus menggiring peserta munas untuk masuk keruang sidang di audit karena waktu skors yang sudah molor beberapa jam.

Masih ingat nggak? ketika suasana sidang mulai tidak kondusif atau lagi tegang-tegangnya para peserta sidang untuk mencari kata "Sepakat", ada-ada saja peserta sidang yang angkat tangan dan mengusulkan Coffebreak dulu atau istirahat makan siang sekalian sholat dulu.

Masih ingat nggak? Ketika malam terakhir Di Rangas Bitung, setelah selesai pembahasan AD/ART dan pemilihan anggota DPA yang kemudian dilanjutkan dengan agenda sidang pemilihan Ketua Umum IMIKI Pusat Periode 2011-2012 yang sampai jam 5 subuh. Sampai-sampai perhelatan akbar antar Barcelona Vs Manchester United harus terlewatkan. Bahkan lagi-lagi peserta sidang mengusulkan untuk meng-Skors sidang selama 2x45 menit demi Barca dan MU (ini MUNAS atau NOBARNAS nih? Hahaha).

Masih Ingat dong? Ketika panitia mengagendakan IMIKI Study Tour Ke Pantai Anyer. Walaupun perjalanan agak melelahkan, tapi Di Anyer lah para peserta Munas menjadi lebih akrab, kompak dan berkesan. Tidak ada lagi batasan antar panitia dan peserta, semua melebur menjadi satu, yaitu Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia.

Teman-teman pasti masih ingat! ketika hari terakhir sidang Di Gedung B Untirta, dimana suasana semakin akrab di detik-detik terakhir kebersamaan kita semua, tukaran nomor handphone, alamat Facebook, twitter oleh masing-masing peserta. Dan walaupun sempat terjadi kesalahpahaman antar Wilayah, namun itu janganlah dijadikan alasan untuk memecah IMIKI. Karena kita semua sama yaitu Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tergabung didalam Keluarga Besar IMIKI.

Dan terakhir, teman-teman pasti masih ingat dan akan selalu mengingat, saat rasa haru diantara kita hingga tak terasa air mata menetes, karena saat itulah kita harus berpisah dengan teman-teman panitia dan teman-teman peserta munas dari daerah lain. karena kegiatan Musyawarah Nasional IMIKI dari tanggal 25-30 Mei 2011 Di Untirta - Banten telah berakhir.

Semoga kebersamaan kita yang singkat namun berkesan itu menjadikan kita semua semakin akrab, tetap solid dan menjadi saudara Se-Nusantara yang terikat dalam IMIKI.

Hidup Mahasiswa!!
Hidup IMIKI!!


Palu, 06 Juni 2011
Imran Rosadi

6/01/2011

Tugas Final Komunikasi Pemasaran

Nama : Imran Rosadi
Stmbk : B 501 08 060
Tugas : Komunikasi Pemasaran (Final)

SOAL :
1. Uraikan apa perbedaan konsep pemasaran dan konsep penjualan ?
2. Jelaskan mengapa sekarang ini penting Self Marketing ?
3. Uraikan latar belakang dan tujuan pemasaran social ?
JAWAB :
1. Banyak orang berfikir bahwa kedua istilah itu sama. Padahal masing-masing mempunyai konsep yang berbeda. Konsep Pemasaran memfokuskan pada kebutuhan pembeli. Karena itu pemasaran sibuk dengan pemikiran memuaskan kebutuhan pelanggan melalui produk dan keseluruhan barang yang berhubungan dengan penciptaan, pengantaran, dan akhirnya pengkonsumsiannya. Konsep Penjualan menfokuskan pada kebutuhan penjual. Karena itu penjualan sibuk dengan kebutuhan penjual untuk mengubah produk/jasanya menjadi cash atau uang kontan. Konsep Pemasaran lebih menekankan pada keinginan konsumen, perusahaan pertama-tama menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian mereka-reka bagaimana membuat dan menyerahkan produknya untuk memenuhi keinginan itu, manajemen berorientasi ke laba usaha, dan perencanaan berorientasi ke hasil jangka panjang, berdasarkan produk-produk baru, pasar hari esok, dan pertumbuhan yang akan datang. Sedangkan Konsep Penjualan lebih menekankan pada produk, perusahaan pertama-tama membuat produk dan kemudian mereka-reka bagaimana menjualnya, manajemen berorientasi ke volume penjualan, dan perencanaan berorientasi.
2. Self Marketing sekarang ini penting agar kita bisa dengan mudah mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Hal itu disebabkan karena reputasi kita yang baik pada setiap orang yang mengenal kita. Reputasi yg baik disebabkan karna tingkah laku kita sendri juga.
3. Latar Belakang Pemasaran Sosial Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Sebuah perusahaan yang berkompetisi diseluruh segmen,sebaiknya mengidentifikasikan segmen pasar yang paling menarik untuk dilayani. Pemasaran Sosial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan, ide atau gagasan degan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarkat. Tujuan pemasaran sosial sebagai berikut : a). memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat. b). memberikan pelayanan degan standar praktik, keterampilan yang mantap ( dalam memberikan pelayanan kepada klien )

MUNAS IMIKI 2011




Alhamdulillah, akhirnya nyampe palu juga, setelah satu minggu mengikuti Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (Munas IMIKI)2011 dari tanggal 25 - 30 juni 2011 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (pembukaan Munas sekaligus Seminar Nasional) dan Untirta Banten Sebagai panitia pelaksana Munas.

Banyak hal yang bisa saya bawa pulang dari sana. selain pengalaman dan ilmu, saya juga bisa mengenal teman - teman Ilmu Komunikasi se-Nusantara, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Madura dan Sulawesi.

Terima kasih juga buat panitia pelaksana munas imiki 2011 untirta yang sudah mau banting tulang untuk mengurus peserta yang pada bandel-bandel sampai - sampai kurang tidur, jalan kesana sini. maaf yah dah ngerepotin. terutama buat panitia yang setiap pagi nge-bangunin peserta. "abang, bangun dong bang, dah pagi nih, bangun sarapan, ntar sakit loh bang". sampai-sampai kedebgaran terus kalau bangun pagi, padahal sudah di rumah. hahaha...

Eitt, eittss, satu lagii buat panitia, makasi yah sudah ngajak jalan-jalan ke pantai Anyer, jadi bisa berenang sekalian nyeburin temen-temen. dan pastinya, lebih akrab lagiii.

Jujur, saya sangat sedih ketika harus berpisah dengan teman-teman semua, tapi bener kata pepatah, dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan. hmmm, tapi saya senang bisa ikut munas IMIKI 2011, semoga kegiatan-kegiatan IMIKI yang berskala nasional berikutnya, kita masih bisa bersua kembali, AMIIIINNNNN!!!!!!!

buat temen-temen IMIKI se-Nusantara yang sempat hadir di Munas imiki 2011, saya pribadi sekaligus mewakili wilayah V, peserta perwakilan Universitas Tadulako, Palu - Sulawesi Tengah memohon maaf kalau selama munas, saya dan teman-teman wilayah V ada salah yang sengaja maupun yang tidak sengaja.

Selamat juga buat kanda Irwan (Unhas) Wilayah V yang telah terpilih menjadi ketua umum IMIKI periode 2011-2012, semoga mampu membawa IMIKI ke masa kejayaan dan lebih baik.

Dan Buat IMIKI, Jaya selalu, semoga kedepannya lebih baik lagi dan mampu menjadi wadah bagi seluruh mahasiswa ilmu komunikasi se-Nusantara.
Salam IMIKI ..

Imran Rosadi
Palu, 01 Juni 2011

4/14/2011

SIAPA BILANG ?!!!


Corat-Coret ku :

TUGAS 'HUMAN RELATIONS'

Nama : Imran Rosadi
Stambuk : B 501 08 060
Tugas : Human Relations

Inilah aku
Ass..
"Tring.tring.tring..." nada alarm dari handphone kembali membangunkanku tepat pukul 06.07 pagi. Aku sengaja menyetel alarmku lebih pagi supaya sebelum mandi, aku menyempatkan diri untuk menikmati sejuknya udara pagi, mendengarkan kicauan-kicauan burung sambil perenggangan dan berolahraga ringan. Setelah selesai, barulah aku menyambar handukku kemudian masuk ke kamar mandi. Biasanya aku mandi sekitar 15 menitan itupun kalau tidak ada pakaian yang mau di cuci, tapi kalau ada, biasanya sampai 25-30 menit.

Selesai urusun dengan kamar mandi, akupun kemudian mengenakan pakaianku dan bersiap-siap ke kampus. aku tidak pernah sarapan di rumah, karena memang aku hanya tinggal di rumah kerabat yang kebetulan kosong dan di percayakan kepadaku dan dua orang temanku untuk menempatinya, dengan catatan harus menjaga dan bertanggung jawab atas semua prabot yang ada dalam rumah. sehingga akupun selalu sarapan di kantin kampus, itupun kalau aku tidak lambat untuk mengikuti perkuliahan, karena rumah tempat tinggalku dengan kampus jaraknya agak lumayan jauh, sekitar 15 km yaitu dari Balaroa, Palu barat ke Tondo.
Jarak sejauh 15km itu membutuhkan waktu sekitar 20 menit kalau tidak ada kendala di jalan, karena Terkadang aku harus berurusan dengan Polisi Lalu Lintas karena motor yang aku pakai menggunakan knalpot racing (bogar) dan berplat DD (kode kendaraan bermotor daerah sulawesi selatan), selain itu, biasa juga dikarenakan ban motor yang bocor ataupun cuaca yang tidak bersahabat seperti hujan.
Sampai di kampus, saya selalu memarkir motor di belakang kinesik. Karena memang sebagai pengurus yang menjabat sebagai sekertaris, saya kemudian dipercayakan oleh teman-teman untuk memegang kunci sekretariat kinesik. Bahkan barang-barang seperti tas, kemejaku semua saya simpan di kinesik. Terkadang sambil menunggu jam masuk, saya nongkrong di kinesik.

Mungkin anda bertanya-tanya siapakah saya sebenarnya??. Sebelum saya bercerita panjang, saya akan memperkenalkan diri, nama saya Imran Rosadi, klo di kampus biasa di panggil ime. Saya lahir 21 tahun yang silam, tepatnya tanggal 10 juli 1989 di Siduntung, kecamatan Belawa, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Berbicara tentang Sulawesi Selatang, tentu orang akan langsung menebak, bahwa saya adalah orang bugis. Yah, saya memang orang bugis, karena kedua orang tua bahkan nenek buyut saya semuanya asli orang bugis. suku bugis adalah salah satu suku yang mendiami sebagian besar daerah di sulawesi selatan dan di kenal sebagai orang yang senang merantau. Orang Bugis sejak dulu memang sudah terkenal sebagi orang perantau. Ada banyak hal yang membuat orang bugis merantau ke daerah lain, ini karena di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah untuk mendapat penghidupan yang lebih baik dan ingin sukses di daerah orang.
Suku bugis pun tersebar di seluruh daerah di indonesia bahkan di dunia. Bahkan Menurut penelitian, suku bugis merupakan penduduk terbanyak ketiga di Indonesia setelah suku jawa dan sunda yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Orang Bugis juga terkenal dengan konsep "siri' na pacce"nya dan memiliki karakter yang keras dan menjunjung tinggi adat dengan sifat kekeluargaannya. Ini terlihat dari sejarah tentang kerajaan-kerajaan Bugis.

Tahun 1993, ketika umurku masih 4 tahun. Orang tuaku pun sepakat untuk merantau ke Tanamoni, suatu daerah kabupaten di ujung propinsi Sulawesi Selatan yang kini telah memisahkan diri menjadi propinsi sendiri yaitu propinsi Sulawesi Barat dan termasuk kedalam Kabupaten Mamuju Utara.
Sebagai pendatang di daerah orang, kamipun harus menjaga hubungan baik dengan penduduk asli disana. Ini untuk menghindari dan meminimalisir kesenjangan sosial antara orang pendatang dan penduduk asli.
Dengan modal 1 bidang tanah yang di pindahkan dari kampung halaman di sulawesi selatan. orang tuakupun kemudian bercocok tanam dan berkebun jeruk manis.
Karena banyaknya kelurga bugis perantau yang datang dan menanam jeruk manis di daerah yang kami tempati, beberapa tahun kemudian setelah jeruk-jeruk bisa di jual, Tanamoni pun kemudian terkenal menjadi penghasil jeruk manis tebesar di kabupaten mamuju utara, bahkan hasilnya bisa di ekspor sampai keluar daerah seperti Kota Mamuju, Palu, Makassar, Gorontalo dan Manado. serta luar pulau seperti Jawa dan Kalimantan (Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Surabaya, Jogjakarta). Bahkan sampai sekarangpun, jeruk tanamoni masih di ekspor keluar. Walaupun tidak seperti beberapa tahun yang lalu.

Dengan usaha yang sungguh-sungguh serta kerja keras orang tua saya. Akhirnya, kami pun bisa membangun rumah sendiri dan mampu menghidupi keluarga serta membeli keperluan-keperluan sehari-hari.
Menginjak usia tujuh tahun, Saya kemudian di daftarkan di sekolah SD Inpres II kumasari. Dan setelah 6 tahun menempuh pendidikan di sekolah dasar tersebut, saya kemudian lulus dan di daftarkan ke sekolah lanjutan pertama yang berasas islam, yaitu Madrasah Tsanawiya DDI Sarudu. Memang dari kecil, saya dididik orang tua untuk selalu menjadi orang yang taat pada agama. Saya masih ingat pesan orang tua “nak, jangan berbohong, jangan meminum minuman keras, jangan mencuri” adalah beberapa nasehat yang selalu di sampaikan orang tua kepada saya.
Selama bersekolah di MTs DDI Sarudu, saya selalu berusaha untuk belajar keras demi membanggakan orang tua. Setelah saya lulus di MTs DDI Sarudu, saya kembali di daftarkan di Madrasah Aliyah DDI Sarudu. Ini sebagai bukti bahwa orang tua saya ingin membekali saya dengan pengetahuan-pengetahuan tentang agama sejak usia dini. Walaupun hanya satu tahun di MA DDI Sarudu, saya lalu pindah sekolah lagi ke MA DDI Pasangkayu, dengan alasan fasilitas belajar dan tenaga pengajar di Pasangkayu lebih baik karena berada di ibukota kabupaten, walaupun sebenarnya tidak terlalu jauh beda dengan sekolah pertama saya, karena namanya sekolah swasta, tentulah fasilitasnya tidak sebanding dan selengkap seperti sekolah-sekolah Negeri, yang di biayai oleh pemerintah. Saya pun pindah dan masuk di Madrasah Aliyah DDI Pasangkayu.
Pasangkayu merupakan ibukota dari kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Kabupaten yang baru berpisah dari kabupaten induknya yaitu kabupaten Mamuju pada tahun 2003.
Di Pasangkayu, saya kemudian tinggal di rumah jabatan Wakil bupati mamuju utara (sekarang sudah menjadi bupati mamuju utara terpilih, periode 2010-2015). Selain karena orang tua saya mengenal baik beliau, juga karena jarak antara Tanamoni dan Kota Pasangkayu sekitar 80km, sehingga tidak mungkin saya harus pulang balik setiap hari dengan jarak yang sangat jauh itu, apalagi waktu itu, jalan poros trans sulawesi masih sangat memprihatikan tidak seperti sekarang ini.
Disana saya harus membagi waktu untuk urusan-urusan sekolah dan pekerjaan rumah. Karena sebagai anak yang tinggal dirumah orang, saya juga harus membantu-bantu pekerjaan rumah sebagai balas budi. Menjadi anggota keluarga baru di rumah jabatan, Saya juga harus menjaga nama baik beliau sebagai wakil bupati mamuju utara.
Di MA DDI Pasangkayu, setelah masuk sebagai siswa pindahan dan duduk di kelas dua, saya kemudian aktif di berbagai kegiatan sekolah dan di organisasi kepramukaan yaitu Pramuka Saka Bhayangkara yang dibina langsung oleh Polisi Resort Mamuju Utara. Bahkan pada Pertikara Daerah se Sulselbar tahun 2007, saya dan teman-teman Saka Bhayangkara Polres Mamuju utara menjadi juara satu dalam lomba Vocal Group dan mengalahkan semua Prasabara yang datang dari seluruh kabupaten se Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) yang di selenggarakan oleh Polda Sulselbar di Kota Makassar.
Di kegiatan sekolah, Saya masih ingat, ketika harus tampil didepan umum untuk menghibur para tamu undangan di acara Maulid nabi Muhammad S.A.W di Sekolah. karena lagunya yang tidak di tentukan, saya dan teman-teman kemudian memilih lagu dengan judul "Untuk Bunda" lagu dari band indie kota mamuju untuk dinyanyikan. Tidak di sangka-sanka, setelah acara selesai, kamipun kena marah oleh kepala sekolah. Ternyata lagu yang kami bawakan ditafsirkan lain oleh beliau. Kepala sekola menganggap lagu yang kami bawakan adalah lagu religi dari agama lain. Padahal lagu itu hanya berkisah tentang kesedihan seorang anak yang belum sempat membahagiakan orangtuanya, orangtuanya pun telah dipanggil oleh yang maha kuasa. Mungkin karena ada kata “bunda” sehingga beliau menafsirkan salah. Nantilah setelah kami jelaskan, akhirnya kepala sekolah kemudian mau mengerti dan memohon maaf pada kami.
Di sekolah, saya dikenal sebagai anak yang pemalu, humoris dan rajin. teman-teman saya juga banyak yang mengatakan saya orangnya memang agak pemalu dan tidak terbuka dengan hal-hal pribadi. Karena saya menganggap hal-hal pribadi biarlah hanya saya yang tahu. Di bidang prestasi, Saya juga pernah mendapat beasiswa dari sekolah dengan prestasiku yang selalu menjadi juara kelas, walaupun selalu di urutan ke-3, namun itu sudah cukup untuk membuat orang tua bangga.

Dua tahun menjadi pelajar di kota pasangkayu dengan berbagai cerita suka dan duka yang saya alami bersama teman-teman sekolah. Akhirnya, pertengahan tahun 2008 sayapun kemudian dinyatakan lulus Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional (UAS & UAN) dengan pringkat 3 dari sekian siswa di MA DDI Pasangkayu.
Orang tua kemudian memberikan saya dua pilihan untuk memilih tempat kuliah untuk melanjutkan pendidikan saya di perguruan tinggi. Yaitu ke Kota Makassar Sulawesi Selatan atau ke palu Sulawesi Tengah. Dan setelah mempertimbagan secara matang-matang. Saya pun memilih Universitas Tadulako di Kota Palu propinsi Sulawesi Tengah sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikanku di perguruan tinggi, dengan alasan jaraknya yang tidak terlalu jauh dari pasangkayu yaitu hanya sekitar 200km di bandingkan dengan Kota Makassar yang jaraknya kurang lebih 650km dari kota pasangkayu.

Setelah mendaftar dan mengikuti SNMPTN di Universitas Tadulako Palu. Saya kemudian berhasil lolos masuk dan terdaftar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan sosiologi, program studi ilmu komunikasi angkatan 2008.
Sebagai mahasiswa baru, tentunya kamipun harus melalui berbagai rangkain penerimaan mahasiswa. Mulai dari Ormik di tingkat Universitas, Fakultas maupun di tingkat jurusan kami sendiri. Yaitu PMJ (Penerimaan Mahasiswa Jurusan) yang di panitiai oleh pengurus dari KINESIK (Komunitas Intelektual Mahasiswa Ilmu Komunikasi). Kinesik sendiri adalah nama himpunan dari jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.
Semester-semester awal saya kuliah, saya harus mencari teman-teman. Karena namanya juga pendatang dan masih baru di kota Palu sehingga membuat saya harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya orang palu.
Sebagai mahasiswa yang di tuntut untuk menjadi agent of change. Saya kemudian bergabung di beberapa organisasi kemahasiswaan untuk mendapat lebih banyak teman dan mendapat ilmu serta pengalaman berorganisasi, sayapun bergabung di beberapa lembaga baik di himpunan jurusan, organisasi tingkat fakultas, universitas maupun di eksternal kampus.
Adapun organisasi yang saya ikuti dari tingkat fakultas seperti KOMACIS (Komunitas Mahasiswa Cinta Solidaritas) yang di didirikan oleh anak-anak FISIP angkatan 2008 yang saat ini sudah vakum, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) The Unnamed yang sekarang berubah nama menjadi LPM Consiere Fisip Untad, Kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang palu Komisariat Fisip.
Kemudian di tingkat Universitas, saya bergabung di Lembaga Pengembangan Penalaran dan Penelitian Ilmiah Mahasiswa (LP3IM) Untad. Di organisasi eksternal kampus, saya kemudian bergabung di Ikatan Kekeluargaan Pelajar Mahasiswa Indonesia Sul-Sel (IKAMI SUL-SEL) mengingat saya lahir di Sulawesi Selatan dan Lembaga Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara (LPM Matra) karena bagaimanapun saya besar dan menyelesaikan sekolah dasar sampai menegahku di Mamuju Utara.
Dan saat ini saya fokus di Himpunan jurusan yaitu KINESIK dan menjabat sebagai Sekertaris Umum KINESIK periode 2010-2011. Setelah dalam pencalonan ketua harus kalah sura dengan calon katua yang lain.
Namun, walaupun saya aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan di kampus, itu tidaklah saya jadikan alasan untuk membuat kuliahku terbengkalai ataupun nilai yang anjelok. Terbukti lima semester yang telah saya selesaikan, alhamdulillah Indek Prestasi (IP) masih selalu 3,00 ke atas dan semoga selalu bertahan seperti itu agar supaya saya dapat menyelesaikan S1 dengan cepat, karena sarjana juga merupakan tuntutan dan harapan dari orang tua.
Di semester enam inipun, saya sangat berharap dan berusaha untuk mengerjakan tugas-tugas dengan sebaik mungkin sehingga nilai-nilai mata kuliahku juga tetap bagus. Karena rencananya, setelah semester 6 ini selesai, saya akan memprogram KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai proses untuk mendapat gelar Strata Satu (S1).

Dimata teman-teman kampus saya, baik teman satu ruangan, jurusan ataupun teman dalam organisasi mengatakan kalau saya orangnya mudah bergaul, punya semangat yang tinggi, tidak egois dan orangnya baik.
Sayapun selalu menjaga hubungan baik dan menjalin silaturahmi baik antar mahasiswa sekampus maupun dengan dosen. Dan INILAH SAYA !!

"titit.titit." nada tanda pesanpun masuk di inbox hpku yang berbunyi "Imee, masuk cepat Human Relations Ibu Rahma btf 8. Cepat, tinggal 10 menit!!". Saya pun mengambil tasku dan berlari menuju btf 10.
Sekian...

2/24/2011

TUGAS MEDIA AUDIO VISUAL/ FORMAT KECIL



Tugas : Contoh Brosur Rumah Makan RANGKITO Palu.
Imran Rosadi B 501 08 060
Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP - UNIVERSITAS TADULAKO